Jumat, 04 Mei 2018
web baru, untuk berbagi hal lain
www.anggun.web.id
Kita nantikan kehadirannya dalam waktu dekat.
Minggu, 01 April 2018
Materi Kuliah Komunikasi Data Pertemuan ke-2
•Data
–Entitas yg melambangkan suatu pengertian
–Jenis : data analog & data digital
•Signal / Sinyal
–Suatu bentuk/cara utk menyalurkan data
–Jenis : signal analog & signal digital
Model Sederhana Komunikasi Data
•Source System
–Source
Menentukan data untuk dikirim
–Transmitter
Mengubah data menjadi signal yang dapat dikirim
•Transmission System
–Mengirim data
•Destination System
–Receiver
Mengubah signal yang diterima menjadi data
–Destination
Pengguna data yang diterima
Istilah-istilah Dlm Sistem Komunikasi
•Transmitter
–Converts data into transmittable signals
•Receiver
–Converts received signal into data
•Transceiver
–Device with transmitter and receiver functionality
•Medium
–Guided medium
•e.g. twisted pair, optical fiber
–Unguided medium
•e.g. air, water, vacuum
•Direct link
–No intermediate devices
•Point-to-point
–Direct link
–Only 2 devices share link
•Multi-point
–More than two devices share the link
•Simplex
–One direction
•e.g. Television
•Half duplex
–Either direction, but only one way at a time
•e.g. police radio
•Full duplex
–Both directions at the same time
•e.g. telephone
Pengantar ke “Frekuensi”
•Frekuensi: terkait dengan kekerapan / jumlah perulangan wilayah waktu (time domain).
•Dalam wilayah waktu, suatu kejadian/ kegiatan/kondisi yang diamati dalam ukuran waktu bersifat:
–Kontinu: perubahan terjadi secara halus/ sangat rapat/smooth sepanjang waktu pengamatan
–Diskrit: perubahan terjadi secara seketika dari kondisi tetap tertentu ke kondisi tetap lain
–Periodik: Pola berulang sepanjang waktu
–Non Periodik: Pola tidak berulang sepanjang waktu
Bentuk yang periodik Frekuensi
Frekuensi: jumlah siklus dalam suatu waktu
Satuan Frekuensi: cycle/second (umum) atau Hertz (dari Gustav Hertz)
Data
•Data
–Entitas yang melambangkan suatu pengertian
•Data Analog
–Nilai kontinu di dalam beberapa interval
–Contoh: Suara, video
•Data Digital
–Nilai diskrit
–Contoh: teks, bilangan bulat
Signal / Sinyal
•Suatu cara untuk menjalarkan/ mempropagasikan data
•Analog
–Variabel yang kontinu
–Medium yang bervariasi
•Kabel tembaga, serat optik, udara
•Digital
–Menggunakan 2 nilai arus listrik searah DC
Data & Signal
•Umumnya menggunakan sinyal digital utk data digital dan sinyal analog utk data analog
•Sinyal analog utk membawa data digital
–Modem
•Sinyal digital utk membawa data analog
–Compact Disc Audio
Frekuensi & Panjang Gelombang
•Peak Amplitude (A)
–Kuat sinyal maksimum
–Diukur dalam volts
•Frequency (f)
–Kecepatan perubahan kuat sinyal
–Diukur dalam Hertz (Hz) atau Cycle/second (C/s)
•Panjang Gelombang ()
–Jarak satu buah siklus
–Diukur dalam meter (m)
–Faktor kecepatan sinyal v
• = v.T = v/f
•Sinyal telekomunikasi kecepatan sinyal = kecepatan cahaya di udara bebas, dilambangkan dengan c
•c = 3.108 m/det
Wilayah Frekuensi (Frequency Domain)
•Sinyal umumnya terdiri dari banyak frekuensi
•Dengan analisa Fourier sembarang sinyal dapat diuraikan menjadi gelombang berbentuk sinus (sine wave) dengan frekuensi yang berbeda-beda
•Dapat digambarkan dalam fungsi wilayah frekuensi cara lain memandang/ menggambarkan sinyal
Spektrum & Bandwidth
•Spectrum
–rentang frekuensi yang diduduki oleh sinyal
•Absolute bandwidth (Lebar pita absolut)
–lebar dari spectrum
•Effective bandwidth (lebar pita efektif)
–biasa disebut bandwidth
–pita sempit (narrow band) dari frekuensi-frekuensi dengan energi yg utama
•Kecepatan data (data rate)
–sistem transmisi memiliki lebar pita frekuensi yang terbatas
–hal ini membatasi kecepatan data yang disalurkan
Teknik Encoding
•Data Analog, Sinyal Analog
•Data Analog, Sinyal Digital
•Data Digital, Sinyal Analog
•Data Digital, Sinyal Digital
Transmisi Analog
•Sinyal analog ditransmisikan tanpa memperhatikan isinya
•Data dapat berupa data analog atau digital
•Terdapat redaman yang berbanding lurus dengan jarak
•Menggunakan amplifiers untuk memperkuat sinyal noise/derau juga ikut dikuatkan
Transmisi Digital
•Memperhatikan isi data
•Integritas terancam oleh noise/derau, redaman dan lainnya
•Menggunakan pengulang / repeaters
•Repeater menerima sinyal, mengekstrak pola bit,dan kemudian ditransmisikan kembali
•Dengan demikian, redaman dapat diatasi namun noise/derau tidak dikuatkan.
Perbandingan Transmisi Analog & Digital
Analog
1.Rentan terhadap Noise
2.Signal yang diterima diproses dengan diulang dan diamplifikasi.
3.Mudah terjadi crosstalk
4.Bentuk sinyal kontinyu.
5.Kualitas signal diukur dalam satuan S/N (Signal To Noise Ratio)
Digital
1.Tahan terhadap Noise
2.Proses regenerasi dilakukan bagi signal yang diterima.
3.Bebas cross talk
4.Bentuk signal diskrit (discrete)
5.Kualitas signal diukur dalam BER (Bit Error Rate)
Data & Signal
DataAnalog:
Dua Alternatif: (1) Signal menempati spektrum yang sama sebagai analog data; (2) Data analog ditandai agar menempati bagian spektrum yang berlainan
Signal Digital
Data Analog yang ditandai dengan menggunakan sebuah kodek agar menghasilkan suatu digital bit stream
Data Digital
Signal Analog
Data Digital disandikan dengan menggunakan modem untuk menghasilkan signal analog
Signal Digital
Dua alternatif: (1) signal terdiri dari dua level voltage untuk menggambarkan dua nilai biner; (2) digital data ditandai agar menghasilkan suatu digital signal dengan sifat-sifat yang diinginkan
Perlakuan Signal
SignalAnalog
Transmisi Analog
Disebarkan melalui amplifier; perlakuan yang sama apakah signal dipergunakan untuk menggambarkan data analog ataukah untuk menggambarkan data digital
Transmisi Digital
Anggap saja sinyal analog menggambarkan data digital. Signal disebarkan melalui repeater; pada masing-masing repeater, digital data diperoleh kembali dari signal yang masuk dan dipergunakan untuk menghasilkan analog signal keluar yang baru
SignalDigital
Transmisi Analog
Tidak dipergunakan
Transmisi Digital
Signal digital menampilkan stream 1 dan 0, yang bisa menggambarkan data digital atau menggambarkan pengkodean data analog. Signal disebarkan melalui repeater; pada masing-masing repeater; deretan 1 dan 0 diperoleh kembali dari signal yang masuk dan dipergunakan untuk menghasilkan digital signal keluar yang baru
Modulasi
•Modulasi adalah proses penggabungan data (sinyal informasi) yang akan dikirim dengan gelombang pembawa, sehingga memungkinkan sinyal tsb ditransmisikan melalui communication channel.
•Penggabungan dilakukan dengan mengubah-ubah besaran tertentu dari gelombang pembawa sesuai dengan bentuk sinyal informasi
Data Analog, Signal Analog
•Modulasi analog
–Amplitude Modulation (AM)
•Amplitudo gelombang pembawa diubah-ubah sesuai bentuk sinyal informasi
–Frequency Modulation (FM)
•Frekuensi gelombang pembawa diubah-ubah sesuai bentuk sinyal informasi
–Phase Modulation (PM)
•Phase gelombang pembawa diubah-ubah sesuai bentuk sinyal informasi
•Dipandang sebagai “special case” dari frequency modulation
Data Digital, Signal Digital
•Modulasi digital
Sinyal informasi hanya merepresentasikan dua keadaan (“1” atau “0”)
–Amplitude Shift Keying (ASK)
•Sinyal informasi direpresentasikan dalam dua kondisi perubahan amplitudo gelombang pembawa
–Frequency Shift Keying (FSK)
•Sinyal informasi direpresentasikan dalam perubahan frekuensi gelombang pembawa
–Phase Shift Keying (PSK)
•Sinyal informasi direpresentasikan dalam perubahan phase gelombang pembawa
Tujuan Modulasi
•Memudahkan pemancaran (radiasi)
–Penggeseran spektrum frekuensi sinyal dari domain frekuensi rendah ke radio frequency (RF) untuk dapat dipancarkan (apabila communication channel berupa sistem radio)
•Modulasi untuk multiplexing
–Mentranslasikan sinyal ke spektrum frekuensi atau time slot yang berbeda-beda untuk memungkinkan beberapa sinyal ditransmisikan melalui channel yang sama
•Mengatasi keterbatasan perangkat
–Perangkat untuk sinyal processing (filter, amplifier) bekerja optimal pada frekuensi dan bandwidth tertentu
–Modulasi dapat digunakan untuk mentranslasikan sinyal ke frekuensi yang sesuai dengan kemampuan perangkat
•Frequency assignment
–Menentukan frekuensi kerja dari pemancar (radio, televisi dsb)
•Mengurangi noise dan interferensi
–Efek dari noise dan interferensi dapat diminimalisir dengan menggunakan type modulasi tertentu dengan bandwidth yang lebih lebar dari bandwidth sinyal
–Ada “trade-off” antara pengurangan noise dengan penambahan bandwidth
Data Analog, Signal Digital
•Digitalisasi
–Mengubah data analog ke data digital
–Selanjutnya data digital tersebut akan dapat dikirim dalam bentuk sinyal digita
•Proses konversi analog ke digital dengan teknik Pulse Code Modulation (PCM)
–Sampling
•Syarat: laju sampling harus lebih besar dari dua kali frekuensi tertinggi sinyal data
–Kuantisasi
–Pengkodean
Data Digital, Signal Digital
•Data Digital berupa bit-bit binari: 0 atau 1
•Sinyal digital
–berupa pulsa-pulsa tegangan listrik yang bersifat diskrit
–Setiap pulsa adalah sebuah elemen sinyal
–Data binari akan diubah (encoded) menjadi element-element sinyal
•Contoh teknik encoding data digital ke sinyal digital:
–Non Return to Zero – Level (NRZ-L)
–Bipolar AMI
Non Return To Zero – Level (NRZ-L)
•Dua tegangan listrik yang berbeda untuk bit-bit 0 dan 1
•Tegangan listrik konstan selama interval bit
•Umumnya digunakan tegangan konstan negatif untuk bit 1 dan tegangan konstan positif untuk 0
•Teknik yang paling sederhana
Bipolar - AMI
•Untuk kehandalan digunakan teknik yang lebih kompleks, mis: Bipolar – AMI
•Bit 0 dilambangkan dengan sinyal tanpa tegangan
•Bit 1 dilambangkan dengan pulsa negatif atau positif
•Sebuah pulsa akan mengubah polaritas
Gangguan Dalam Transmisi
•Sinyal yang diterima dapat berbeda dari sinyal yang dikirim
•Pada sistem transmisi analog terjadi degradasi/penurunan kualitas sinyal
•Pada sistem transmisi digital terjadi kesalahan bit (bit errors)
•Hal-hal tersebut disebabkan oleh
–Redaman atau distorsi redaman
–Distorsi delay
–Derau (Noise)
Redaman (Attenuation)
•Kekuatan sinyal menurun sejalan dengan jarak
•Hal tersebut tergantung juga dengan media transmisi yang digunakan
•Kekuatan sinyal yang diterima:
–Harus mencukupi untuk dideteksi
–Harus cukup tinggi dari derau untuk dapat diterima tanpa kesalahan
•Redaman adalah fungsi yang meningkat dari frekuensi
Distorsi Delay
•Terjadi hanya di media transmisi terbimbing (guided media) misalnya kabel tembaga
•Kecepatan propagasi bervariasi dengan frekuensi
Invested $100 in Cryptocurrencies in 2017...You would now have $524,215: https://goo.gl/efW8Ef
Invested $100 in Cryptocurrencies in 2017...You would now have $524,215: https://goo.gl/efW8Ef
Invested $100 in Cryptocurrencies in 2017...You would now have $524,215: https://goo.gl/efW8Ef
Materi Kuliah Komunikasi Data Pertemuan ke-1
1. Memahami konsep dasar Komunikasi Data dan Jaringan Komputer
2. Dapat memodelkan bentuk-bentuk komunikasi data
Sub materi
1. Model Komunikasi Data
2. Tugas-tugas Komunikasi Data
3. Perjalanan Data
4. Jaringan Komunikasi Data
- Source / Sumber : membangkitkan data untuk dikirimkan. Data dapat berupa teks, gambar, suara, video yang berbentuk digital.
- Transmitter / Pengirim : mengkonversi data menjadi sinyal listrik yang dapat dikirimkan
- Transmission System / Sistem Transmisi : Pembawa data
- Receiver / Penerima : mengkonversi sinyal listrik yang diterima menjadi data
- Destination / Tujuan : mengambil data yang datang.
- Transmission system utilization : Berupaya agar fasilitas komunikasi yang terdiri dari berbagai perangkat menjadi efisien.
- Interfacing : Setiap perangkat komunikasi bersifat interface dengan sistem transmisi
- Signal generation : Pembangkit sinyal harus dibuat agar terjadi proses komunikasi. Bentuk dan Intensitas sinyal harus memadai untuk ditansmisikan dan diterjemahkan sebagai data.
- Synchronization : Sinkronisasi harus dilakukan antara pengirim dan penerima
- Exchange management : Bila sebuah data dipiundahkan selama beberapa waktu, kedua ujung harus bekerja sama. Misalnya telpon.
- Error detection and correction : Dalam perjalanan, kemungkinan terjadi error.
- Flow control : Supaya tidak terjadi kebanjiran data.
- Addressing : Ketika data dikirin, harus jelas tujuannya.
- Routing : Perlu diatur rute perjalanan data agar efisian dan diterima dengan cepat dan tidak terjadi kesalahan.
- Recovery : Diperlukan perbaikan jika terjadi kerusakan selama masih memungkinkan.
- Message formatting : Kesepakatan kode antara kedua belah pihak
- Security : Diperlukan pengamanan karena melalui media transmisi yang tidak aman.
- Network management : Komunikasi data sudah sangat kompleks.
4. Jaringan Komunikasi Data
- WAN Cakupan geografisnya luas (antar pulau – benua)
- MAN Cakupan Geografisnya Sedang (antar kota dalam satu pulau)
- LAN Cakupan geografisnya sempit (Satu ruang / Gedung)
- Circuit Switching (Jaringan telepon)
- Packet Switching
- Frame Relay
- ATM
- ISDN dan Broadband ISDN
1. William Stalling, Komunikasi Data dan Komputer
Sabtu, 18 Februari 2017
Pedoman Praktis Bermain Bulutangkis, Teknik Dasar Bermain Bulutangkis
1. Pegangan Raket (Grip)
Filosofi
Jenis Pegangan Raket
- Pegang raket dengan tangan kiri, kepala raket menyamping. Pegang raket dengan cara seperti ''jabat tangan''. Bentuk ''V'' tangan diletakkan pada bagian gagang raket.
- Tiga jari, yaitu jari tengan, manis dan kelingking menggenggam raket, sedangkan jari telunjuk agak terpisah.
- Letakkan ibu jari diantara tiga jari dan telunjuk.
Cara Latihan
- Peserta latihan dibiasakan selalu memegang raket dengan jari-jari tangan, luwes, dan tetap rileks, tetapi tetap mempunyai tenaga.
- Lakukan gerakan raket ke arah kanan dan kiri, dengan menggunakan tenaga pergelangan tangan. Begitu juga gerakan ke depan dan ke belakang, sehingga terasa betul terjadinya tekukan pada pergelangan tangan.
- Gerakkan pergelangan tangan ke atas dan ke bawah.
- Memukul bola (shuttlecock) ke tembok.
- Bouncing ball.
- Memegang raket dengan menggenggam, jari-jari rapat dan sejajar.
- Posisi ''V'' tangan berada pada bagian grip raket yang lebar.
Footwork merupakan dasar untuk bisa menghasilkan pukulan berkualitas, yaitu apabila dilakukan dalam posisi baik. Untuk bisa memukul dengan posisi balk, seorang atlet harus memiliki kecepatan gerak. Kecepatan gerak kaki tidak bisa dicapai kalau footwork-nya tidak teratur.
3. Sikap dan Posisi
Sikap dan Posisi Berdiri di Lapangan
Beberapa faktor yang harus diperhatikan:
- Harus berdiri sedemikian rupa, sehingga berat badan tetap berada pada kedua kaki dan tetap menjaga keseimbangan tubuh.
- Tekuk kedua lutut, berdiri pada ujung kaki, sehingga posisi pinggang tetap tegak dan rileks. Kedua kaki terbuka selebar bahu dengan posisi kaki sejajar atau salah satu kaki diletakkan di depan kaki lainnya.
- Kedua lengan dengan siku bengkok pada posisi di samping badan, sehingga lengan bagian atas yang memegang raket tetap bebas bergerak.
- Raket harus dipegang sedemikian rupa, sehingga kepala (daunnya) raket berada lebih tinggi dari kepala.
- Senantiasa waspada dan perhatikan jalannya shuttlecock selama permainan berlangsung.
Beberapa faktor yang harus diperhatikan:
- Senantiasa berdiri dengan sikap dan posisi yang tepat di atas Iapangan.
- Lakukan gerak Iangkah ke depan, ke belakang, ke samping kanan dan kiri pada saat memukul shuttlecock, sambil tetap memperhatikan keseimbangan tubuh.
- Gerak Iangkah sambil meluncur cepat, sangat efektif sebagai upaya untuk memukul shuttlecock.
- Hindari berdiri dengan telapak kaki di lantai (bertapak) pada saat menunggu datangnya shuttlecock, atau pada saat bergerak untuk memukul shuttlecock.
Posisi memukul bola atau kerap disebut preparation. Waktu sekian detik yang ada pada masa persiapan ini juga dipakai untuk menentukan pukulan apa yang akan dilakukan. Karena itu posisi persiapan ini sangat penting dilakukan dengan balk dalam upaya menghasilkan pukulan berkualitas.
Hal yang perlu diperhatikan:
a. Overhead (atas) untuk right handed
- Posisi badan menyamping dengan arah net. Posisi kaki kanan berada di belakang kaki kid. Pada saat memukul bola harus terjadi perpindahan beban berat badan dari kaki kanan ke kaki kiri.
- Posisi badan harus selalu berada di belakang bola yang akan dipukul.
- Posisi memukul adalah kaki kanan selalu berada di depan dan kaki kiri di belakang.
- Lutut kaki kanan dibengshuttlecockkan, sehingga paha bagian bawah agak turun. Kerendahannya sesuai dengan ketinggian bola yang akan dipukul. Sedangkan saat bola dipukul posisi kaki kid harus tetap berada di belakang dan hanya bergeser ke depan sedikit.
Cara Latihan
- Dari tengah ke depan; sebagai langkah dasar hanya dua langkah dimulai dengan kaki kiri kemudian kanan.
- Dari tengah ke belakang.
- Dari depan ke belakang dan sebaliknya.
- Pada ready position, tumpuan kaki tidak berada di bagian depan atas kaki. Akibatnya reaksi menjadi lambat.
- Posisi lutut lurus, tidak bengshuttlecock.
- Pada posisi memukul kaki dan badan sejajar dengan net. Akibatnya pukulan tidak kuat.
- Pada posisi underhand, kaki kiri berada di depan, keseimbangan kaki tidak ada dan sulit mengarahakan bola dengan tepat.
- Lutut/paha tidak turun, jangkauan kurang, lambat kembali ke bagian tengah lapangan.
Dalam aturan permainan bulutangkis, servis merupakan modal awal untuk bisa memenangkan pertandingan. Dengan kata lain, seorang pemain tidak bisa mendapatkan angka apabila tidak bisa melakukan servis dengan baik.
Servis Forehand
a. Servis Forehand Pendek
- Tujuan servis pendek ini untuk memaksa lawan agar tidak bisa melakukan serangan. Selain itu lawan dipaksa berada dalam posisi bertahan.
- Variasi arah dan sasaran servis pendek ini dapat dilatih secara serius dan sistematis.
- Shuttlecock harus dipukul dengan ayunan raket yang relatif pendek.
- Pada saat perkenaan dengan kepala (daun) raket dan shuttlecock, siku dalam keadaan bengshuttlecock, untuk menghindari penggunaan tenaga pergelangan tangan, dan perhatikan peralihan titik berat badan Anda.
- Cara latihannya adalah menggunakan sejumlah shuttlecock dan dilakukan secara berulang-ulang.
- Jenis servis ini terutama digunakan dalam permainan tunggal.
- Shuttlecock harus dipukul dengan menggunakan tenaga penuh agar shuttlecock melayang tinggi dan jatuh tegak lurus di bagian belakang garis lapangan lawan.
- Saat memukul shuttlecock, kedua kaki terbuka selebar pinggul dan kedua telapak kaki senantiasa kontak dengan lantai.
- Perhatikan gerakan ayunan raket. Ke belakang, ke depan dan setelah melakukan pukulan, harus dilakukan dengan sempurna serta diikuti gerak peralihan titik berat badan dari kaki belakang kekaki depan yang harus be langsung kontinu dan harmonis.
- Biasakan selalu berkonsentrasi sebelum memukul shuttlecock.
- Hanya dengan berlatih tekun dan berulang-ulang tanpa mengenal lelah, dapat mengusai teknik servis forehand tinggi dengan sebalik-baiknya.
- Sikap berdiri adalah kaki kanan di depan kaki kiri, dengan ujung kaki kanan mengarah ke sasaran yang diinginkan. Kedua kaki terbuka selebar pinggul, lutut dibengshuttlecockkan, sehingga dengan sikap seperti ini, titik berat badan berada di antara kedua kaki. Jangan lupa, sikap badan tetap rileks dan penuh konsentrasi.
- Ayunan raket relatif pendek, sehingga shuttlecock hanya didorong dengan bantuan peralihan berat badan dari belakang ke kaki depan, dengan irama gerak kontinu dan harmonis. Hindari menggunakan tenaga pergelangan tangan yang berlebihan, karena akan mempengaruhi arah dan akurasi pukulan.
- Sebelum melakukan servis, perhatikan posisi dan sikap berdiri lawan, sehingga dapat mengarahkan shuttlecock ke sasaran yang tepat dan sesuai perkiraan.
- Biasakan berlatih dengan jumlah shuttlecock yang banyak dan berulang-ulang tanpa mengenal rasa bosan, sampai dapat menguasai gerakan dan ketrampilan servis ini dengan utuh dan baik/sempurna.
Servis yang Salah :
- Pada saat memukul bola, kepala (daun) raket lebih tinggi atau sejajar dengan grip raket.
- Titik perkenaan shuttlecock, kepala (daun) raket lebih tinggi dari pinggang.
- Posisi kaki menginjak garis tengah atau depan.
- Kaki kiri melakukan langkah.
- Kaki kanan melangkah sebelum shuttlecock dipukul.
- Rangkaian mengayun raket dan memukul shuttlecock tidak boleh terputus.
- Penerima servis bergerak sebelum shuttlecock servis dipukul.
- Pada saat memukul, tinggi kepala (daun) raket harus berada dibawah pegangan raket.
- Perkanaan shuttlecock harus berada di bawah pinggang.
- Kaki kiri statis.
- Kaki hanya bergeser, tetapi tidak lepas dari tanah.
- Rangkaian mengayun raket, harus dalam satu rangkaian.
- Penerima servis bergerak sesaat setelah servis dipukul.
Teknik pengembalian servis sangat penting dikuasai dengan benar oleh setiap pemain bulutangkis. Arahkan shuttlecock ke daerah sisi kanan dan kiri lapangan lawan atau ke sudut depan atau belakang lapangan lawan. Prinsipnya, dengan penempatan shuttlecock yang tepat, lawan akan bergerak untuk memukul shuttlecock itu, sehingga is terpaksa meninggalkan posisi strategisnya di titik tengah lapangannya.
- Dalam permainan tunggal, sebaiknya servis lob lawan dikembalikan dengan teknik pukulan keras dan tinggi ke salah satu sudut bagian belakang lapangan lawan, atau dengan teknik ''pukulan pendek'' (drop pendek) ke sudut depan lapangan lawan.
- Hindari melakukan ''smash keras'', tatkala berdiri pada posisi di bagian belakang lapangan sendiri. Oleh karena, posisi pada saat itu kurang menguntungkan, apabila smash dapat dikembalikan dengan penempatan yang akurat atau terarah oleh pemain lawan.
- Dalam permainan ganda, seharusnya shuttlecock dipukul terarah cepat, dan arah pukulan senantiasa menukik jatuh ke lapangan lawan atau ke bagian tubuh lawan.
- Untuk mengembalikan pukulan pendek atau permainan net lawan.
- Sebagai cara bertahan akibat pukulan serang lawan. Dalam situasi tertekan dalam permainan, harus melakukan pukulan penyelamatan dengan cara mengangkat shuttlecock tinggi ke daerah belakang lapangan lawan.
- Pukulan dasar ini dapat dilakukan dengan teknik pukulan forehand dan backhand.
Ada dua jenis pukulan underhand:
- Clear Underhand, pukulan atau dorongan yang diarah kan tinggi ke belakang.
- Flick Underhand, pukulan atau dorongan mendatar ke arah belakang.
- Pegangan raket forehand untuk underhand forehand, dan pegangan backhand untuk underhand backhand.
- Pergelangan tangan agak bengshuttlecock ke belakang, siku juga agak bengshuttlecock.
- Sambil melangkahkan kaki kanan ke depan, ayunkan raket ke belakang lalu pukul bola dan pada saat perkenaan bola, posisi tangan lurus.
- Bola dipukul kira-kira dekat kaki kanan bagian luar.
- Posisi akhir raket sesuai arah bola.
8. Overhead Clear/Lob
- Deep lob/Clear, bolanya tinggi ke belakang.
- Attacking lob/Clear, bolanya tidak terlalu tinggi.
- Pergunakan pegangan forehand, pegang raket dan posisinya di samping bahu.
- Posisi badan menyamping (vertikal) dengan arah net. Posisi kaki kanan berada di belakang kaki kiri dan pada saat memukul bola, harus terjadi perpindahan beban badan dari kaki kanan ke kaki kiri.
- Posisi badan harus diupayakan selalu bera di belakang bola.
- Bola dipukul seperti gerakan melempar.
- Pada saat perkenaan bola, tangan harus lurus. Posisi akhir raket mengikuti arah bola, Ialu dilepas, sedang raket jatuh di depan badan.
- Lecutkan pergelangan (raket) saat kena bola.
- Untuk para pemula yang baru belajar, sebaiknya pertama-tama latihan dengan cara mengumpan mereka dengan lemparan bola. Tujuannya supaya timing memukul bisa diperoleh. Untuk mempermudah, bisa digunakan hitungan (1. Posisi siap; 2. Ayunkan; 3. Pukul).
- Untuk alat bantu guna membiasakan gerakan dan memperoleh timing memukul yang pas, gunakan gantungan shuttlecock yang bisa diatur ketinggiannya.
- Posisi preparation sama dengan overhead biasa.
- Karena, biasanya bola berada jauh di belakang kepala kita, untuk menjangkaunya, pertama badan diputar yaitu dengan melangkahkan kaki kanan ke belakang, lalu lompatkan kaki kanan sambil badan dan raket diputar untuk menjangkau shuttlecock yang berada di belakang kepala, sehingga terjadi perpindahan berat badan.
- Setelah memukul, kaki kiri mendarat lebih dulu, di bagian depan kaki (agak berjingkat), badan harus condong ke depan.
10. Smash
- Pukulan smash penuh
- Pukulan smash potong
- Pukulan sines backhand
- Pukulan smash melingkar atas kepala
Hal yang Perlu Diperhatikan
- Biasakan bergerak cepat untuk mengambil posisi pukul yang tepat.
- Perhatikan pegangan raket.
- Sikap badan harus tetap lentur, kedua lutut dibengshuttlecockkan dan tetap berkonsentrasi pada shuttlecock.
- Perkenaan raket dan shuttlecock di atas kepala dengan cara meluruskan lengan untuk menjangkau shuttlecock itu setinggi mungkin dan pergunakan tenaga pergelangan tangan pada saat memukul shuttlecock.
- Akhiri rangkaian gerakan pukul itu dengan gerak lanjut ayunan raket yang sempurna ke depan badan.
Hal yang Perlu Diperhatikan
- Pergunakan pegangan forehand. Pegang raket dan posisinya di samping bahu.
- Posisi badan menyamping (vertikal) dengan arah net, posisi kaki kanan berada dibelakang kaki kiri. Pada saat memukul bola, harus terjadi perpindahan beban badan dari kaki kanan ke kaki kiri.
- Posisi badan harus selalu diupayakan berada di belakang bola.
- Pada saat perkenaan bola, tangan harus lurus, menjangkau bola dan dorong dengan sentuhan halus.
- Untuk arah forehand lawan, pukul bagian Iengkungan bola sebelah kanan dan lengkung kiri bola untuk tujuan backhand.
- Posisi akhir raket mengikuti arah bola. Biasakan bergerak cepat mengambil posisi pukul yang tepat di belakang shuttlecock.
- Perhatikan gerak langkah dan keseimbangan badan pada saat dan setelah memukul shuttlecock.
- Shuttlecock harus dipukul dengan sikap lengan lurus dan hanya menggunakan tenaga kecil.
- Pukulan potong ini mengandung aspek kehalusan gerak dan gerak tipu.
Hal yang Perlu Diperhatikan
- Pegangan raket forehand untuk forehand net dan backhand untuk backhand samping net.
- Siku agak bengshuttlecock dan pergelangan ditekuk sedikit ke belakang.
- Pada saat memukul, kaki kanan berada di depan dan bola dipukul pada posisi setinggi mungkin.
- Sesaat sebelum perkenaan bola, buat tarikan kecil dengan pergelangan tangan. Pukul bola pada bagian lengkung kanan dan kiri sampai pada bagian bawah bola. Akhir kepala raket menghadap atau sejajar dengan langit-langit.
- Berdiri kira-kira dua langkah dari jaring sambil memegang raket.
- Penyaji melemparkan shuttlecock berturut-turut ke daerah jaring dan Anda berusaha memukul shuttlecock itu.
- Lakukan latihan ini di sisi kanan dan kiri secara bergantian.
- Tingkatkan faktor intensitas dan kesulitan latihan dengan cara sambil bergerak.
- Arah dan sasaran pukulan dapat berbentuk lurus, silang atau dengan cara mendorong shuttlecock itu ke berbagai arah.
- Pengembalian pendek, yaitu pengembalian dimana bolanya jatuh dekat net. Banyak terjadi pada permainan tunggal. Tujuannya untuk memaksa lawan berlari jauh.
- Pengembalian drive (mendatar),lebih banyak dilakukan pada permainan ganda. Tujuannya untuk tidak memberi kesempatan lawan melakukan serangan.
- Pengembalian panjang, yaitu pengembalian bola ke arah belakang lagi. Pukulan ini blasanya hanya bisa dilakukan oleh pemain yang sudah trampil dan mempunyai pergelangan tangan kuat.
- Posisi siap (stand), lihat keterangan di bagian footwork.
- Untuk pengembalian dari forehand, apabila dekat biasa dilakukan dengan satu langkah kaki kanan, tatapi apabila jauh, mungkin perlu dilakukan dulu langkah kecil dari kaki kiri.
- Untuk pengembalian backhand, apabila dekat bisa dilakukan dulu langkah kecil dari kaki kiri. Tetapi, apabila jauh mungkin perlu dilakukan dulu langkah kecil dari kaki kanan.
Hal yang Perlu Diperhatikan
- Lakukan posisi slap dengan posisi raket di tangan.
- Putar badan, dengan melangkahkan kaki kanan ke belakang kiri. Lutut dan siku kanan agak membengkok.
- Rangkaian memukul mulai dari mengayunkan raket (siku ke dekat ketiak) dorong dengan pinggang dan siku menjadi lurus. Gerakan diakhiri dengan lecutan pergelangan tangan.
- Cara kedua, rangkaian pukulan di atas (No.3) bisa dilakukan sambil melangkahkan kaki kanan, lalu ayun raket. Kaki kanan sudah mendarat pada saat bola dipukul.
15. Drive
Sebagai Dasar Hal yang Perlu Diperhatikan
- Pegangan raket dengan satu grip/cepat berpindah.
- Selain kekuatan bahu, gunakan lecutan pergelangan pada saat bola dipukul.
- Gunakan raket yang lebih berat atau botol berisi pasir untuk melatih kekuatan pergelangan tangan.
- Latih reflek pukulan drive kiri/kanan ke tembok.
Tunggal
Ganda
Terimakasih atas kunjungannya. Nantikan tulisan saya berikutnya.
FYI : Job SEO yang sedang saya kerjakan (tidak termasuk Web Design) :
www.pasadena-florist.com
Latihan Dasar Bulutangkis
Lapangan
Ikuti "Pedoman Praktis Bermain Bulutangkis" & "Teknik Dasar Bermain Bulutangkis" pada tulisan saya berikutnya.
FYI : Job SEO yang sedang saya kerjakan (tidak termasuk Web Design) :
www.pasadena-florist.com
Senin, 16 Januari 2017
KISI-KISI UAS Jaringan Komputer Dasar
Selasa, 03 Januari 2017
Minggu, 28 Agustus 2016
Senin, 09 Mei 2016
Perkuliahan Desain Grafis secara e-learning.
Jumat, 11 Maret 2016
Perkuliahan secara e-learning..
Sabtu, 30 Agustus 2014
Memperbaiki sendiri Mesin Cuci Full Otomatis Samsung WA70VA
Kamis, 17 Maret 2011
Musim Perkuliahan Semester Genap 2010-2011 STIKOM-Bali
Musim perkuliahan semester genap di STIKOM-Bali dimulai pd tgl 12 Maret 2011 (Kelas Eksekutif) dan tgl 14 Maret 2011 (kelas Reguler)..
Selasa, 15 Maret 2011
UTS MANAJEMEN PROYEK TI
MANAJEMEN PROYEK TEKNOLOGI INFORMASI
PROGRAM PASCA SARJANA (S2) MAGISTER KOMPUTER
STTI BENARIF INDONESIA/ERESHA, DENPASAR – BALI
Hari Sabtu, tanggal 06 Maret 2011
Dosen : Prof. Drs. Nazir Harjanto, MA, APU
TAKE HOME/Buka Buku
Dikumpulkan Sabtu tanggal 12 Maret 2011
Nama : Anggun Nugroho
N P M : 3712101150
Angkatan : 37 Bali 2010
1. Mohon dijelaskan hubungan antara ketidakpastian Proyek dan bahwa proyek harus menciptakan suatu produk atau jasa yang unik !
Jawab :
Proyek adalah suatu kegiatan yang memang mengandung ketidakpastian, karena sifatnya yang bukan rutinitas dan jangka waktu penyelesaian yang tidak bisa ditentukan secara pasti. Sasaran dan jangka waktu penyelesaian hanyalah merupakan prediksi awal, sehingga pada implementasinya akan dijumpai beberapa penyesuaian atau pergeseran jadwal. Banyaknya variable penentu akurasi proyek di antaranya adalah sasaran yang hendak dicapai, waktu penyelesaian (dan penjadwalannya), biaya keseluruhan proyek, memasukkan teknologi baru dan yang terutama adalah bahwa proyek harus menciptakan suatu produk atau jasa yang unik. Produk atau jasa yang unik membawa efek ketidakpastian, mengingat sangat bergantung oleh waktu peluncuran produk dan kepuasan costumer.
Disamping itu, yang paling menentukan hubungan antara keduanya adalah adanya inovasi dalam setiap proyek teknologi informasi.
2. Mohon dijelaskan mengapa proyek yang memasukkan teknologi baru selalu menghadapi ketidakpastian !
Jawab :
Teknologi baru jelas berpeluang menimbulkan ketidakpastian proyek, karena dibutuhkan edukasi dan adaptasi yang cukup dari seluruh SDM pelaku pengerjaan proyek terhadap sesuatu yang bersifat baru mereka. Selain itu, memasukkan teknologi yang baru juga membawa faktor beban :
• Harus menghasilkan nilai jual yang sangat tinggi mengingat biaya proyek yg mahal
• Biaya dan waktu untuk edukasi SDM yang mahal & memakan waktu yg tidak pasti
• Memungkinkan adanya perubahan target atau kebutuhan saat proyek masih berjalan
• Resiko kegagalan yang masih tinggi.
3. Mohon dijelaskan apa hubungan antara pohon industri Teknologi Informasi dengan investment pada industri tertentu ! Mohon diberi contoh !
Jawab :
Pohon industri Teknologi Informasi sangat berhubungan erat dengan investment pada industri manufaktur atau industri yang lain. Dengan pemanfaatan pohon industri teknologi informasi dan pengembangan pohon industri informasi yang tepat sasaran maka investasi tersebut tidak akan sia sia bahkan menjadi sarana kemajuan dan kesuksesan di masa depan. Namun masih banyak dijumpai pengusaha yang beranggapan bahwa investasi terhadap teknologi informasi merupakan suatu hal yang tidak terlalu penting untuk dilakukan oleh perusahaan. Mereka merasa bahwa investasi tersebut sifatnya adalah optional atau tidak wajib untuk dilaksanakan. Sehingga hanya memanfaatkan sedikit manfaat dari keunggulan teknologi informasi.
Dengan mengajukan suatu pohon industri Teknologi Informasi maka akan mudah dalam menganalisa jenis-jenis jasa atau produk yang masih bisa dikembangkan atau apa peluang bagi mereka untuk melakukan investasi baru. Mereka akan merasa bahwa investasi mereka tidak sia-sia dan akan mencapai kesuksesan.
Contoh :
Dalam hal ini akan diambil contoh tentang penerapan Enterprize Resource Planning (ERP). ERP adalah sistem informasi yang diperuntukkan bagi perusahaan manufaktur maupun jasa yang berperan mengintegrasikan dan mengotomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, produksi maupun distribusi di suatu perusahaan. Atau dengan kata lain ERP digunakan untuk mengelola seluruh aktifitas perusahaan termasuk keuangan, produksi, HRD, marketing, supply chain, logistics, dll.
Karakter Sistem ERP sering disebut sebagai Back Office System yang mengindikasikan bahwa pelanggan dan publik secara umum tidak dilibatkan dalam sistem ini. Berbeda dengan Front Office System yang langsung berurusan dengan pelanggan seperti sistem untuk e-Commerce, Customer Relationship Management (CRM, e-Government dan lain-lain.
4. Mohon dijelaskan bagaimana cara memaksimumkan nilai investasi TI perusahaan, sambil meminimumkan resiko, agar proyek sukses !
Jawab :
Adapun cara memaksimumkan nilai investasi TI perusahaan sambil meminimumkan resiko agar proyek sukses adalah dengan cara menerapkan TI secara keseluruhan dan terpadu pada seluruh proses bisnis yang terlibat dalam perusahaan tersebut, sehingga akurasi dan konsistensi data dapat dipertanggungjawabkan. Sedangkan untuk meminimumkan resiko dari investasi TI, yang pertama adalah pengetahuan TI yang akan diterapkan agar tidak terjadi kesalahpahaman penggunaan TI yang akan diterapkan, lalu semua bidang dalam industri tersebut menggunakan TI nya dengan baik dan benar. Sehingga produksi akan meningkat, perusahaan lebih maju dan sebaliknya resiko yang timbul akan sekecil mungkin. Selain itu sebelum adanya penerapan TI ke dalam perusahaan, diperlukan adanya analisa, review dan studi kelayakan teknologi tersebut agar tidak terjadi perbedaan alur kerja terhadap system. Secara ringkas, langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut :
- Melakukan studi kelayakan, sejauh mana investasi TI membawa perubahan positif
- Mengoptimalkan SDM dan sumber daya yang ada
- Membatasi ruang lingkup atau sasaran proyek
- Menjaga komunikasi antar anggota tim
- Melakukan evaluasi secara berkelanjutan
5. Pengelolaan proyek merupakan aplikasi dari knowledge, keterampilan, alat dan teknik untuk kegiatan proyek yang dapat memenuhi kebutuhan proyek. Mohon dijelaskan bagaimana proyek seharusnya merupakan aplikasi dari knowledge!
Jawab :
Proyek seharusnya merupakan aplikasi dari knowledge agar mendukung unsur keunikan yg merupakan kekuatan daripada proyek itu sendiri, sehingga memiliki nilai jual yang tinggi. Karena sifat knowledge sendiri yang merupakan penggabungan antara pengalaman, nilai, informasi kontekstual, pandangan dan intuisi para pakar yang membangun lingkungan dan kerangka evaluasi dan juga gabungan pengalaman dan informasi baru, tentu saja knowledge akan menjadi nilai lebih karena tidak dimiliki oleh kompetitor. Dengan demikian, nilai jual proyek bisa semakin tinggi seiring dengan aplikasi knowledge tadi.
Sabtu, 05 Maret 2011
19 KEUTAMAAN WANITA SHOLIHAH

1. Do’a wanita lebih maqbul daripada lelaki karena sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah SAW akan hal tersebut, jawab baginda: “Ibu lebih penyayang daripada Bapak dan do’a orang yang penyayang tidak akan sia-sia.
2. Wanita yang sholehah (baik) itu lebih baik daripada 1000 lelaki yang sholeh.
3. Barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seperti orang yang senantiasa menangis karena takut Allah SWT dan orang yang takut Allah SWT akan diharamkan api neraka keatas tubuhnya.
4. Barang siapa yang membawa hadiah (barang, makanan dari pasar kerumah) lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedekah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barang siapa yang menyukai akan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi ismail A.S
5. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya, akan tinggal bersamaku ( Rasulullah SAW ) didalam surga.
6. Barang siapa yang mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua saudara perempuan, lalu ia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggung jawab, maka baginya adalah surga.
7. Dari Aisyah r.a. “ Barang siapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuannya lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya api neraka.
8. Surga itu dibawah telapak kaki ibu.
9. Apabila memanggilmu dua ibu bapakmu maka jawablah panggilan ibumu dahulu.
10. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu surga. Masuklah dari manapun pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.
11. Wanita yang taat pada suaminya, semua ikan-ikan dilaut, burung di udara, malaikat di langit. Matahari dan bulan, semuanya beristigfar baginya selama dia taat kepada suaminya dan rekannya (serta menjaga sembahyang dan puasanya).
12. Aisyah r.a. berkata “ aku bertanya pada Rasulullah SAW, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita? Jawab baginda “suaminya”. Siapa pula berhak terhadap lelaki? “ jawab Rasul “Ibunya”.
13. Perempuan apabila sembahyang lima waktu puasa di bulan ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat pada suaminya, masuklah ia dari pintu surga mana saja yang ia kehendaki.
14. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah SWT menasukkan dia kedalam surga lebih dulu daripada suaminya (10.000 tahun)
15. Apabila seorang perempuan mengandung janin di rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1000 kejahatan.
16. Apabila seorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah SWT.
17. Apabila seorang perempuan melahirkan anak, keluarlah ia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkan.
18. Apabila telah lahir (anak) lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan dari susunya diberi satu kebaikan
19. Apabila semalaman (ibu) tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka allah SWT memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama allah SWT.
Jumat, 04 Maret 2011
PLN Tetap Operasikan Pembangkit Listrik Saat Hari Raya Nyepi 05 Maret 2011
Friday, February 25 2011 15:12 WIB | Voices of Bali | Dibaca 289 kali
Denpasar (Antara Bali) - PT PLN Distribusi Bali tetap mengoperasikan seluruh pusat pembangkit listrik saat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1933 pada 5 Maret 2011.
"Meski Pulau Dewata saat itu akan gelap gulita pada malam hari karena ummat Hindu tidak menyalakan lampu atau penerangan, PLN tidak akan mematikan mesin-mesin pembangkit," kata Kepala Humas PT PLN Distribusi Bali Agung Mastika di Denpasar, Jumat.
Ia mengatakan, beberapa instansi vital seperti rumah sakit tetap membutuhkan adanya pasokan energi listrik.
Selain tidak memadamkan seluruh pembangkit listrik pada saat ummat Hindu melaksanakan Tapa Berata Penyepian, PLN juga tetap menyiagakan satu tim beranggotakan 15 orang di masing-masing area pelayanan.
"Petugas PLN itu siaga mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti pohon yang roboh menimpa jaringan listrik. Mereka siap di tempat sehari sebelum dan sesudah Nyepi," ujar Agung Mastika didampingi stafnya Wayan Ardika.
Petugas PLN itu siaga di tempat selama 48 jam, sehubungan Pemerintah Provinsi Bali, pemerintah kabupaten (Pemkab) dan pemerintah kota (Pemkot) di Pulau Dewata tidak mengeluarkan dispensasi bagi kendaraan bermotor untuk lalu lalang pada saat Nyepi.
Agung Mastika menjelaskan, pemadaman lampu penerangan jalan maupun lampu pengatur lalu lintas sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pemerintah kabupaten/kota di daerah ini.
Meski demikian pihaknya ikut mengantisipasi, jangan sampai lampu penerangan jalan masih ada yang menyala pada saat ummat Hindu melaksanakan empat pantangan yang wajib dilaksanakan itu.
Ummat Hindu pada Hari Raya Nyepi melaksanakan empat pantangan meliputi amati geni (tidak menyalakan api/listrik), amati karya (tidak melakukan aktivitas), amati lelungan (tidak bepergian) dan amati lelanguan (tidak mengumbar hawa nafsu maupun tidak mengadakan hiburan/bersenang-senang).
PT PLN Distribusi Bali menurut Agung Mastika memiliki pasokan listrik 610 mega watt (MW) yang bersumber dari PLTD Gilimanuk 130 MW, interkoneksi kabel laut 200 MW, PLTD Pesanggaran 155 MW dan Pemaron 115 MW.
"Mudah-mudahan pada hari itu tidak ada insiden yang berkaitan dengan listrik dan hal-hal lain sehingga ummat dapat melaksanakan Tapa Berata Penyepian itu dengan baik," kata Agung Mastika.(*)
Jumat, 27 Agustus 2010
Misteri Terbelahnya Bulan
Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya: Apakah ayat dari surat Al-Qamar di atas memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah?
Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Sejak beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan di Univ. Cardif, Inggris bagian barat, dan para peserta yang hadir bermacam-macam, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari Al-Qur’an.
Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya, “Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi “Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan” mengandung mukjizat secara ilmiah?
Maka saya menjawabnya: “Tidak, sebab kehebatan ilmiah dapat diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjangkaunya. Dan tentang terbelahnya bulan, maka itu adalah mukjizat yang terjadi pada Rasul terakhir Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya, sebagaimana nabi-nabi sebelumnya. Dan mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah dan hadits-hadits Rasulullah SAW, maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal itu. Akan tetapi hal itu memang benar termaktub di dalam Al-Qur’an dan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Dan memang Allah ta’alaa benar-benar Maha berkuasa atas segala sesuatu”.
Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah SAW membelah bulan. Kisah itu adalah di masa sebelum hijrah dari Mekah Al-Mukarramah ke Madinah.
Orang-orang musyrik berkata, “Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu (mengejek dan mengolok-olok) ?”Rasulullah bertanya, “Apa yang kalian inginkan ?”Mereka menjawab: “Coba belahlah bulan …”
Maka Rasulullah SAW pun berdiri dan terdiam, lalu berdoa kepada Allah SWT agar menolongnya. Maka Allah SWT memberitahu Muhammad SAW agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan, dan terbelahlah bulan itu dengan sebenar-benarnya.
Maka serta-merta orang-orang musyrik pun berujar, Muhammad, engkau benar-benar telah menyihir kami!”.
Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir, memang benar bisa saja “menyihir” orang yang ada disampingnya akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada ditempat itu. Mereka lantas menunggu-nunggu orang-orang yang akan pulang dari perjalanan. Orang-orang Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah, maka orang-orang musyrik pun bertanya, “Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?”
Mereka menjawab, “Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing-masingnya kemudian bersatu kembali…!!!”.Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir (ingkar).
Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya: “Sungguh, telah dekat hari qiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat tanda-tanda kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, “Ini adalah sihir yang terus-menerus”, dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap …..” sampai akhir


