Jumat, 27 Agustus 2010

Misteri Terbelahnya Bulan

Sekitar 1400 tahun yg lalu Allah SWT telah berfirman : “Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan" (Q.S. Al-Qamar: 1)”

Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya: Apakah ayat dari surat Al-Qamar di atas memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah?
Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Sejak beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan di Univ.
Cardif, Inggris bagian barat, dan para peserta yang hadir bermacam-macam, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari Al-Qur’an.

Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya, “Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi “Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan” mengandung mukjizat secara ilmiah?

Maka saya menjawabnya: “Tidak, sebab kehebatan ilmiah dapat diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjangkaunya. Dan tentang terbelahnya bulan, maka itu adalah mukjizat yang terjadi pada Rasul terakhir Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya, sebagaimana nabi-nabi sebelumnya. Dan mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah dan hadits-hadits Rasulullah SAW, maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal itu. Akan tetapi hal itu memang benar termaktub di dalam Al-Qur’an dan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Dan memang Allah ta’alaa benar-benar Maha berkuasa atas segala sesuatu”.
Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah SAW membelah bulan. Kisah itu adalah di masa sebelum hijrah dari Mekah Al-Mukarramah ke Madinah.
Orang-orang musyrik berkata, “Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu (mengejek dan mengolok-olok) ?”Rasulullah bertanya, “Apa yang kalian inginkan ?”Mereka menjawab: “Coba belahlah bulan …”

Maka Rasulullah SAW pun berdiri dan terdiam, lalu berdoa kepada Allah SWT agar menolongnya. Maka Allah SWT memberitahu Muhammad SAW agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan, dan terbelahlah bulan itu dengan sebenar-benarnya.
Maka serta-merta orang-orang musyrik pun berujar, Muhammad, engkau benar-benar telah menyihir kami!”.
Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir, memang benar bisa saja “menyihir” orang yang ada disampingnya akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada ditempat itu. Mereka lantas menunggu-nunggu orang-orang yang akan pulang dari perjalanan. Orang-orang Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah, maka orang-orang musyrik pun bertanya, “Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?”
Mereka menjawab, “Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing-masingnya kemudian bersatu kembali…!!!”.Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir (ingkar).
Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya: “Sungguh, telah dekat hari qiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat tanda-tanda kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, “Ini adalah sihir yang terus-menerus”, dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka.
Dan setiap urusan benar-benar telah tetap …..” sampai akhir surat Al-Qamar.

Minggu, 02 Mei 2010

Turnamen Catur Terbuka ST. PUTRA MAHA DIPTA, Ubud - Gianyar

ST (Sekaa Teruna Teruni) PUTRA MAHA DIPTA Banjar Padang Tegal Tengah, Ubud, Gianyar kembali menggelar turnamen catur terbuka. Turnamen kali ini diikuti oleh 105 peserta dari berbagai daerah se bali dan Banyuwangi dibuka pada hari Sabtu 01 Mei 2010 dan berakhir Minggu 02 Mei 2010 malam. Tampil sebagai juara pertama dan menggondol hadiah sebasar 1 juta rupiah, pecatur dari Banyuwangi, Yusuf. Untuk memudahkan para peserta dalam melihat pairing, hasil maupun ranking sementar, panitia meng-upload berkas turnamen di www.chess-results.com

Kamis, 29 April 2010

UTS sudah tiba

Tak terasa, mulai hari Senin depan adik2 sudah mulai UTS semester Genap 2009-2010. Selamat menempuh UTS, moga lancar dan memperoleh nilai baik.

Sabtu, 13 Maret 2010

Wali Kota Bima Meninggal Mendadak

Sabtu, 06 Maret 2010 | 19.30

Walikota Bima M. Nur A. Latief meninggal dunia di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih Jakarta, Sabtu (6/3) malam sekitar pukul 19.28 WIB. Ya Allah, begitu cepat waktu berlalu. Belum lama rasanya kami para pecatur se Indonesia berkumpul di Bima dlm rangka memenuhi undangan bpk Walikota ini..

“Berita ini sangat mengagetkan,” ujar Juru bicara Pemerintah Kota Bima Is Fahmi kepada wartawan, Sabtu (6/3) malam. Menurutnya, warga kota Bima merasa kehilangan putra daerah terbaik. Untuk diketahui, M Nur A. Latief adalah kelahiran Wawo Kabupaten Bima, 60 tahun lalu.

Menurunnya kondisi fisik almarhum diduga karena kecapaian dalam perjalanan dinas bolak-balik ke Jakarta sejak Kamis (4/3), bahkan kemarin sempat melantik bbrp pejabat di lingkungan PemKot Bima. Jenazah akan diterbangkan dari Jakarta menggunakan pesawat Merpati ke Bima via Denpasar pukul 06.00 pagi hari Minggu. Rencananya jenasah akan dimakamkan setelah salat zuhur di halaman depan rumah pribadinya di Kelurahan Raba, Kota Bima.
Nur A. Latief mulai menjabat sebagai Wali Kota Bima sejak tahun 2003 dan melanjutkan kepemimpinannya periode kedua pada 2008, berpasangan dengan Wakil Walikota Qurais H Abidin. Ia meninggalkan seorang istri Susi Widiartini (seorang perwira polisi) dan tiga orang putra-putri Zulimar Setiawan, Iskandar Zulkarnain dan Fany.

Menurut Is Fahmi, saat berita meninggalnya Nur diterima, Wakil Wali Kota Bima Qurais H Abidin sedang melakukan perjalanan kunjungan bersama Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat ke Cina. ‘’Kemarin pak Qurais baru sampai di Cina. Tapi begitu mendengar berita ini, mengusahakan utk segera pulang,’’ ujar Is Fahmi.

Menurut Sofran, S.Ag, MN, salah satu penggiat olahraga catur di Bima, insan catur Bima akan berusaha membuat turnamen catur utk mengenang jasa dan kiprah beliau dlm olahraga catur. “Mungkin temanya ‘M. Nur A. Latief In memoriam’,” begitu katanya. Moga arwah beliau diterima disisi Allah SWT sesuai dgn amal ibadahnya semasa hidup di dunia.

Sebagaimana kita ketahui, bpk Latief adalah salah satu tokoh yg pernah menggelar turnamen catur dgn hadiah terbesar di Indonesia (total 203 jt lebih) tahun 2009 lalu dgn juara pertama Anjas Novita,FM yg berhasil menggondol hadiah 50jt. Sampai saat ini, rekor tsb belum terlampaui.. Turnamen tsb juga dihadiri oleh seluruh Grand Master di Indonesia, Peter Long,FM (Malaysia), pecatur bergelar internasional lainnya (FM, WFM, MI, dll) serta ratusan MN, MP & pecatur lokal.

KL Open 2010

5 Januari 2010 oleh Anggun Nugroho

Kawan2, saya barusan mendapatkan konfirmasi tentang penyelenggaraan KL Open 2010. KL (Kuala Lumpur) Open ketiga ini dipastikan oleh tournament directornya akan diselenggarakan pada tgl 06-12 April 2010. Dan, kali ini saya diundang untuk menjadi arbiter (wasit) di acara tahunan ini. Moga saja, saya bisa mengemban amanat tsb dgn sebaik2nya.. Amien..

Selasa, 01 September 2009

Kejahatan akibat longgarnya sistem registrasi nomor Ponsel di Indonesia

Saya adalah salah satu orang yg sangat gembira menyambut diberlakukannya registrasi untuk setiap pengguna ponsel jenis prabayar sejak awal 2005an. Hal ini mengingat semakin maraknya usaha penipuan maupun teror yg dilakukan dgn menggunakan perangkat komunikasi yg satu ini. Penipuan dgn berbagai modus (memberi kabar bahwa korban mendapat hadiah, ingin membeli barang yg diiklankan sang korban, dll) semakin marak saja meski setiap pengguna ponsel sudah diharuskan melakukan registrasi.

Loh, kok bisa? Kalau setiap nomor ponsel sudah diregister, apakah aparat tidak bisa melacak dan menindak pelaku penipuan?

Yah, secara logika sederhana mestinya aparat bisa melakukan itu semua. Tapi pada kenyataannya, tidak bisa sesederhana itu. Lalu kenapa?

Jawabnya adalah: aparat tidak bisa melacak apalagi menangkap pelaku penipuan karena identitas pemilik nomor ponsel tidaklah akurat. Hal ini dikarenakan proses registrasi yg diberlakukan hingga saat ini tidak diikuti dengan tahap klarifikasi apakah data yg dimasukkan pada saat registrasi itu valid apa tidak.

Pemerintah dalam hal ini Depkominfo, kelihatannya sudah cukup puas dengan proses registrasi seperti ini. Padahal kenyataan di lapangan, banyak sekali pengguna ponsel yg melakukan registrasi dgn menggunakan data palsu atau asal2an, dan sesaat kemudian nomor ponselnya sudah bisa digunakan.

Memang ada dilema mengenai hal ini. Kalau registrasi dilakukan secara ketat, masyarakat terkesan dipersulit untuk dapat memiliki & menggunakan nomor ponsel. Sedang kalau tanpa registrasi atau proses registrasi yg longgar seperti saat ini, penjahat / orang yg berniat jahat sangat leluasa memalsukan (memberikan keterangan yg tidak benar) yg pada akhirnya digunakan utk melakukan penipuan bahkan teror yg keji. Jadi proses registrasi saat ini sangat memberi peluang bagi orang yg berniat jahat utk dapat memanfaatkan ponsel yg dimilikinya guna menipu maupun melakukan tindak kejahatan yg lain. Memanfaatkan rasa gembira karena berita memperoleh hadiah atau barang yg diiklankan akan laku, sang pelaku dengan berbagai cara berusaha mengarahkan calon korban untuk mentransfer sejumlah uang kepada pelaku. Dan belakangan cara2 yg dilakukan semakin ‘kreatif’ saja. Mulai dgn menelpon acak, menyisipkan kupon HADIAH di bungkus deterjen, menelpon peng-iklan, dsb. yg ujung2nya memperdaya calon korban.

Kenyataannya, masih banyak masyarakat kita yg mudah terpedaya oleh cara2 penjahat seperti itu. Dan aparat hanya bisa menghimbau masyarakat utk tidak mudah tergiur dgn iming2 hadiah yg diinformasikan. Pertanyaannya, apakah kita hanya cukup menghimbau dan pasrah dengan kenyataan ini?

Menurut hemat saya, kita harus melindungi masyarakat yg lemah sekaligus bisa mempersempit gerakan terorisme yg memanfaatkan alat komunikasi seluler utk menjalankan aksinya…!

Salah satu alternatifnya adalah dengan memberlakukan ‘kebebasan yg bertanggungjawab’ dalam melakukan registrasi nomor ponsel. Pengguna ponsel tetap diberi kebebasan utk memasukkan identitas saat registrasi seperti saat ini lalu bisa menggunakan nomor ponselnya. Akan tetapi dlm kurun waktu tertentu (misal 1 minggu) harus membawa/menunjukkan kartu identitas yg digunakan utk melakukan registrasi tsb ke lembaga yg ditunjuk (klarifikasi). Apabila dalam kurun waktu yg telah ditentukan pengguna tidak melakukan klarifikasi, maka secara otomatis nomor ponselnya diblokir.

Lembaga yg dimaksud bisa saja kantor operator seluler yg tersebar di seluruh Indonesia, kantor Kelurahan, kantor Polisi, dsb yg telah diberi nomor ID & password tertentu sebagai peng-klarifikasi.

Saya kira ini cara mudah, murah, adil dan aman bagi semua pihak yg bisa dilakukan pemerintah utk mengantisipasi maraknya penipuan dan teror yg memanfaatkan lemahnya sistem registrasi nomor ponsel prabayar.

Demikian renungan ini, semoga bisa menjadi wacana yg baik dan dapat memberikan solusi utk mempersempit ruang gerak penjahat & pelaku teror yg memanfaatkan longgarnya sistem registrasi nomor ponsel di Indonesia. Amien..

Akhirnya.., lahir Norma MP & Norma MN baru..

Alhamdulillah, akhirnya lahir pecatur2 baru yg berhasil mengantongi gelar Norma MN & Norma MP setelah mereka berjibaku selama 10 babak dlm turnamen catur “Walikota BIMA Open” yg berakhir Sabtu, 15 Agustus kemarin. Perlu diketahui, turnamen catur terbesar di tanah air ini dihadiri oleh seluruh GM yg ada & diikuti oleh 4 GM & hampir semua pecatur bergelar internasional yg kita punyai serta sejumlah MN & MP, sehingga ditetapkan memiliki kategori 5. Dengan demikian, pecatur non master yg meraih points 6 berhak mengantongi gelar MPR (Norma Master Percasi), sedangkan yg meraih points 6.5 berhak mengantongi gelar MNR (Norma Master Nasional). Berikut ini daftar lengkap pecatur tsb : MNR: 1. Asri (SulSel), MPR: 1. Muslim,AMK (NTB), 2. Dedi Arafi (Riau), 3. Nasaruddin (NTB), 4. Fakhruddin MSi,Ir. (NTB), 5. Arman Jafar (SulSel), 6. Nukrah (NTB), 7. James Pasaribu (Riau), 8. Mc. Syarief (JaTim), 9. M. Taufan I.P. (NTB), 10. Najamuddin I.M. (SulSel) & 11. Amriadi (Riau). Selamat, bagi mereka semua, semoga segera memperoleh gelar penuh (MN & MP) dlm turnamen2 berikutnya.